Kagatrik UI selenggarakan

Turnamen Bridge Elektro Cup 42, TBEC 42

8 & 9 Februari 2020

Berani Lawan Bridger UI ?

Turnamen Bridge Elektro Cup atau dikenal dengan nama TBEC, kembali diselenggarakan oleh Kagatrik UI pada tanggal 8 dan 9 Februari 2020. TBEC yang telah berusia 42 tahun pertama kali diadakan pada tahun 1978 atas inisiatif pengurus Ikatan Mahasiswa Listrik FTUI (IML FTUI), dengan tujuan sebagai ajang prestasi dan turut berkontribusi pada dunia olahraga di tanah air, khususnya olahraga bridge.

Sebagai salah satu Turnamen Bridge tertua di Indonesia, tentunya ada banyak perubahan yang terjadi seiring berkembangnya zaman. Bagaimana sejarah perjalanan salahsatu turnamen tertua di Indonesia ini ?

Pada dekade 60an – 70an olahraga bridge sudah dimainkan di seluruh kampus UI, baik di kampus Salemba maupun Rawamangun.  Banyak pemain nasional ikut bermain di kampus UI. Dewan Mahasiswa UI (DMUI) kala itu telah menyelenggarakan turnamen  tahunan bridge UI antar fakultas.  Pada turnamen bridge UI antar fakultas tahun 1966; Juara bertahan FKUI dan tim favorit FHUI, FEUI, FIPIA (FMIPA), FPsiUI serta FSUI merupakan kandidat kuat menjuarai turnamen ini.  Sementara FTUI yang baru berdiri tahun 1964, saat itu dianggap anak baru di bridge.  Namun tim mahasiswa FTUI yang  diwakili pasangan Roy Tirtadji  S64 dan Jap He Tjun/Jusni Hilwan E65, Markus Permadi (S64) dan Liem Keng Djien Mesin 64 (M64) serta Jan Patty (S64) dan Ferry Putuhena S65, secara fenomenal mampu menjuarai turnamen ini. FTUI kemudian  menjadi salah satu kekuatan Bridge di UI dan nasional.

Sejak saat itu, bridge menjadi olahraga khas mahasiswa FTUI. Banyak muncul pemain hebat kala itu. Seperti Markus E64, Zulfiar Sani E64,  Hendro S67, Sofyan Rais E67, Sam Rasosia E70 Lukman Rajagukguk E69, Sopyan, Ali Reza, Dade Singadaru, Marsudi, Joni Gudel, dan masih banyak lagi.  Prestasi mereka hebat-hebat, antara lain menjuarai turnamen se-UI dan Turnament Bridge Antar Universitas se-Indonesia yang diselenggarakan di Istana Bogor.

Dekade 70-80a Hariadi Sadono E72 dan Syamsurizal (Cacuk) E72, Widhoyoko E72, merupakan motor bridge FTUI. Atas jasa mereka bermunculan tim tangguh dari lingkungan FTUI, antara  lain: dari angkatan dibawahnya, E76 dan E77, seperti  Asril, Sapto, Hamdion, Taufik Chandra, Ajie Sukarno, Yoppi, Prof Rinaldy Dalimi, Harry Djaya Pahlawan, Ariadi, Indra, Wahyudi, Harun Alrasyid, Yenni,. Raswari M74, Agus Kabul M74.

Pada tahun 1978, mahasiswa-mahasiswa jurusan listrik FTUI melalui Ikatan Mahasiswa Listrik – FTUI (IML-FTUI) berinisiatif menyelenggarakan Turnamen Bridge. Pengurus IML saat itu, Ketua IML  Sdr Juhana Djoewari E74 (Nanang) dan Sekretaris Umum Sdr. Aswil Nazir E74, didampingi mantan ketua IML sebelumnya, alm Sdr. Widhoyoko E72,  menghadap ketua Jurusan Listrik FTUI untuk menyampaikan ide tersebut. Awalnya turnamen ini akan dinamai Arismunandar Cup, sesuai dengan nama Ketua Jurusan Listrik FTUI saat itu, Bapak Prof. Dr. Ir. A. Arismunandar. Namun beliau menolak. Akhirnya atas persetujuan beliau diselenggarakan Turnamen Bridge Listrik Cup (TBLC).    Ketua Pelaksana TBLC ditunjuk Sdr. Taufik Chandra E76, dibantu Wakil Ketua Bambang Tripuspito E76. Karena turnamen bersifat terbuka untuk umum, maka pelaksanaan turnamen dibantu oleh pengurus PB GABSI, dibawah koordinasi Bapak Amin Ramali sebagai Turnamen Manager. Turnamen dilaksanakan di Student Center Universitas Indonesia, (Balai Mahasiswa Universitas Indonesia, BMUI) Kampus UI Salemba, berlangsung sukses, peserta membludak dan diikuti juara nasional.

Pada Tahun 1979, berubah nama menjadi Turnamen Bridge Elektro Cup  2, Listrik menjadi elektro. TBLC menjadi TBEC, IMLFTUI menjadi IMEFTUI. Ketua Pelaksana TBEC 2 adalah Sdr. Bambang Tripuspito E76, wakil ketua Sdr. Indra Permana E76.  Skup turnamen diperluas menjadi turnamen bridge mahasiswa terbuka seluruh Indonesia. Untuk keperluan tersebut Panitia bertemu Bapak Marsekal Wisnu Djaengminarno dan pak Bob Pangemanan pengurus GABSI saat itu dan mendapat bantuan full dari PB Gabsi dan GABSI Jaya sehingga dapat menggunakan gelanggang Bulungan beserta fasilitasnya, termasuk perlengkapan turnamen dan wasit.  Peserta turnamen luar kota ditempatkan di penginapan mahasiswa di area Gelangang Mahasiswa Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Dan sejak itu TBEC dimasukkan dalam agenda kegiatan dan sarana pembibitan dari GABSI. TBEC 3 tahun 1980 diketuai oleh Sdr. Eggy Yulianda E77.  Selanjutnya kegiatan TBEC diselenggarakan rutin tahunan oleh IME FTUI

Memasuki era tahun 80an bridge modern diperkenalkan oleh Harnanto KW E79 dan Widi Pancono E82, bridger FTUI saat itu antara lain Alfa Irinanda E81, Elizar Hasibuan M82, Johan Mamesah E83, Irwan Nimara E78,  Sudewo E84, Faried Iskandar Dozyn E84, Haryadi Syamsu E84, Idham Harry S. Purba E85, Mirza Helmi E85 (almarhum), Suardi (Oyonk) E86, Yoke E86, Narko E86, Faber E86, Hadi Prakosa E86, Jaya Muslimin E87, Agus Kurniawan E87, Yudi Ekayanto E87, Tommy Suhendra E87, Soca E87, M. Thariq Manti E87,  dan banyak lagi.

Pada tahun 1988,  Pada penyelenggaraan TBEC 11, tahun 1988, ketua Panitia Pelaksana Suardi (Oyonk) E86, Indarti Primora E86 (Sekretaris), Anton Prawira E86 (Wakil),  menemui Menpora RI, Bapak Ir. Akbar Tanjung, yang adalah alumni elektro FTUI angkatan 64. Bang Menteri, Bang Akbar E64 mendukung penuh kegiatan TBEC,  sehingga panitia dapat menggunakan venue Wisma Karsa di Gedung Pemuda Senayan, sekaligus bang Menteri berkenan  membuka dan menutup turnamen. Berturut-turut TBEC 11, TBEC 12 tahun 1989, TBEC 13 tahun 1990, TBEC 14 tahun 1991, TBEC 15 tahun 1992 dan TBEC 16 1993 selalu dibuka oleh Menpora RI. TBEC satu-satunya turnamen bridge mahasiswa yang dibuka MENPORA RI, hal ini menjadikan TBEC sebagai Turnamen Bridge paling bergengsi di Indonesia.

Pada era 90an TBEC betul-betul menjadi basis konsolidasi Tim bridge UI, Tim Bridge UI yang dimotori mahasiswa FTUI Mohamad Arok E90 berbagai prestasi nasional dan internasional diraih ; antara lain menjadi juara nasional, kejuaraan bridge antar perguruan tinggi di Jakarta tahun 1993.

Memasuki 2000-an dibentuk Unit Kegiatan Olahraga Bridge Universitas Indonesia, (UKOR Bridge UI), sebagai wadah kegiatan bagi mahasiswa UI penggemar olahraga bridge. Melalui UKOR Bridge dibentuyk Tim Bridge Mahasiswa UI yang mewakili Indonesia berangkat ke Maastricht, Belanda, untuk mengikuti Olimpiade Bridge dan berhasil membawa pulang piala The Most Impressive Recovery Trophy, dengan Tim Manager Tommy Suhendra E87 dan anggota tim Freddy Yohan Hendrik E92, Elwindra Ars92, Hidayatullah E95, M. Reza E95, Yohanes Kariana E96, M. Hidayattullah E98.

Kegiatan TBEC tahun 2000-an menginsipirasi para alumni pecinta bridge di lingkungan FTUI dan UI untuk membentuk sebuah klub bridge dengan nama GABRIAL-UI (Gabungan Bridge Alumni UI) di tahun 2002 dimotori oleh beberapa alumni FTUI seperti misalnya Hubaya Tamsil (alm), Hamdion Nizar, Widi Pancono, Tommy Suhendra dan lain-lain dimana dalam masa 10 tahun awal telah berprestasi puncak di beberapa turnamen nasional maupun internasional dan berhasil menyelenggarakan Gabrial-UI Cup sebanyak 4 kali sampai 2010. Pada periode ini baik tim Mahasiswa UI maupun alumni UI banyak mengikuti dan menjuarai turnamen di luar negeri, diantaranya di Singapore, Makati, China dan USA (Philadelphia).

Pada tahun 2017, tepatnya tanggal 11 Maret 2017, atas inisiatif Keluarga Alumni Teknik Tenaga Listrik Departemen Teknik  Elektro FTUI (KAGATRIK UI) yang diwakili Ketua Sdr Adi FN E83, dan Sekretaris Umum Sdr. Wing Prakasa E86 mengadakan pertemuan dengan ketua IME FTUI 2017/2018 , Sdr. Himawan E14  didampingi dosen-dosen Elektro FTUI Ir. I Made Ardita MT E78 dan Ir Amien Rahardjo, MT E78 menyepakati penyelenggaraan TBEC selanjutnya dilaksanakan oleh kagatrik UI.  Dengan pola ini mahasiswa UI yang tergabung dalam UKOR Bridge UI maupun alumni yang tergabung dalam Gabrial-UI , dapat fokus pada persiapan, pelatihan dan pertandingan, tidak terbebani tugas  kepanitiaan  turnamen yang berat.   Ketua Pelaksana  TBEC 40 ditunjuk Sdr  Wing Prakasa E86. Wakil Ketua Tommy Suhendra E87, TBEC 40 dilaksanakan tanggal 14-15 Oktober 2017, di Auditorium  kantor Pusat PLN berlangsung meriah. Tahun berikut penyelenggaraan TBEC 41 dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2018, Ketua Pelaksana Wirawan Azhar E86, bertempat di Balai Mahasiswa UI Salemba.

Pada perjalanannya TBEC, telah melahirkan atlet bridge dengan prestasi nasional dan internasional. Olahraga Bridge saat ini telah dipertandingan di PON dan di Asian Games 2018 yang lalu. Pada saatnya olahraga Bridge dipertandingkan Di Olimpiade. Dan melalui TBEC dilahirkan atlit bridge asal kampus peraih medali emas Olimpiade.

TBEC Penyelenggaraan TBEC 42 kali ini digawangi oleh Ketua pelaksana Andri Fitriadi E96 dan Wakil Ketua Ricky Palandeng E94, akan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Februari 2020, di BMUI Kampus UI Salemba. menjadi salahsatu rangkaian acara merayakan ulangtahun Kagatrik UI ,  yang antara lain berisi FGD, Bridge, dan Gathering/Kumpul Gatriker. Sehingga menjadi ajang temu sambil berbagi ilmu dan silahturahmi bagi alumni Gatrik/DTE Elektro FTUI atau alumni UI umumnya.

TBEC 42 berupa turnamen pasangan terbuka dengan kualifikasi Umum, Mahasiswa dan Alumni UI, dengan kategori Peringkat 1,2 dan 3 Umum, Mahasiswa, Alumni UI serta best senior, best junior, best mix dan best Ladies  (WP291219)

Berani Lawan Bridger UI ?

Informasi dan pendaftaran :

Sdri Inong  WA@0818-475-947 dan Sdr. Jawir WA@0896-1979-7490

atau online https://gatrik-ui.or.id

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Berita

41 Tahun Turnamen Bridge Elektro Cup

Keluarga Alumni Teknik Tenaga Listrik – Departemen Teknik Elektro FTUI (Kagatrik UI) bekerjasama dengan PB GABSI kembali menyelenggarakan Turnamen Bridge Elektro Cup (TBEC),  untuk kali yang ke 41. Turnamen ini akan berlangsung selama dua hari, Read more…

Berita

Rekomendasi Diskusi ‘Tantangan Aktual Bisnis dan Industri Ketenagalistrikan’

Pada hari Kamis, 12 Juli 2018 di Kampus FTUI – Depok, telah diselenggarakan Diskusi berthema: “Tantangan Aktual Bisnis & Industri Ketenagalistrikan”. Didalam thema terdapat 4 pokok bahasan, yaitu: mengenai tingkat komponen dalam negeri [TKDN], pengaruh Read more…

Berita

Kagatrik UI Bedah Tuntas Alat Penghemat Energi Listrik

Saat ini sedang gencar iklan di berbagai media mengenai alat Energy Saver, yang dipromosikan mampu menghemat pemakaian listrik. Dalam wawancara di televisi, penjualnya mengklaim, penghematannya dapat mencapai 20 hingga 40 persen. Ini sungguh fantatis. Produk Read more…

Open chat
1
"Pendaftaran TBEC 42"

Silahkan Isi Form
Powered by